"Penambahan dilakukan karena daya angkut pesawat cukup signifikan mencapai 80 persen," kata Direktur Umum Lion Air Edward Sirait dalam siaran pers, Kamis (4/2).
Edward mengatakan permintaan pasar untuk rute Jakarta-Jeddah masih cukup besar. Apalagi penerbangan itu terkoneksi dengan 32 rute domestik di Indonesia. Saat ini konsumen penerbangan ke Timur Tengah terdiri dari kalangan pebisnis, perjalanan rohani (umroh), serta tenaga kerja.
Dia berharap penambahan layanan operasi penerbangan ini akan meningkatkan pangsa pasar penerbangan nasional untuk rute internasional, khususnya pasar Timur Tengah.
Edward menambahkan, penerbangan akan dilakukan tiap hari, kecuali Kamis dan Jumat. Lion Air tetap menggunakan dua pesawat Boeing 747-400 bernomor registrasi PK-LHF dan PK-LHG. Pesawat itu berkapasitas 506 tempat duduk, 484 di antaranya untuk kelas ekonomi dan sisanya kelas bisnis.
"Pelanggan sudah bisa melakukan pembukuan atau reservasi di setiap kantor penjualan Lion Air," ujarnya.
DESY PAKPAHAN
0 komentar:
Posting Komentar