Garuda-IATA Sepakat Tekan Emisi Penerbangan

Garuda Indonesia dan asosiasi maskapai penerbangan internasional (International Air Transport Association/IATA) sepakat untuk bersama-sama mengurangi emisi dan mengganti karbon yang dihasilkan ketika terbang.

Kesepakatan tersebut termuat dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) "carbon offset" yang dilakukan di lokasi Singapore Airshow 2010, bertempat di "Static Display" Boeing 737-800 Next Generation Garuda Indonesia oleh Director General & CEO IATA Giovanni Bisignani dan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar.

"Garuda Indonesia merupakan bagian dari 15 perusahaan penerbangan pertama di dunia yang menginisiasi dimulainya program ini," kata Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Pudjobroto dalam keterangan pers yang diterima VIVAnews di Singapura, Selasa, 2 Februari 2010.

Emirsyah Satar mengatakan bahwa Garuda Indonesia akan bekerja sama dengan IATA untuk menerapkan skema penggantian atas emisi yang dihasilkan (offsets) pada website Garuda Indonesia dan akan melihat program-program terbaik yang dapat dilakukan untuk mengurangi emisi.

"Bila sudah berjalan, penumpang dapat memutuskan apakah mereka akan memberikan kompensasi untuk emisi ketika melakukan booking di web Garuda Indonesia atau tidak," kata Emirsyah.

Informasi tentang CO2 yang dikurangi, biaya ganti rugi dan pelaksanaan kegiatan pengurangan emisi akan disampaikan dalam web.

Program "carbon offset" IATA merupakan perangkat siap pakai yang dapat ditawarkan maskapai penerbangan kepada penumpang sebagai kompensasi atas pengurangan emisi yang memberi kontribusi bagi proyek-proyek pengurangan karbon di negara berkembang.

Sebelumnya, kata Pudjobroto, Garuda Indonesia juga telah melaksanakan program "One Passenger One Tree" yang berupa penanaman pohon sebanyak 250 hektare di Taman Nasional Sebangau dan 250 hektare di daerah aliran Sungai Arakundo Aceh Timur, Nanggroe Aceh Darussalam.

"Pohon-pohon tersebut dibeli dari hasil keuntungan yang didapat Garuda Indonesia dari rute internasional, khususnya rute Jepang dan Australia," kata Pudjobroto.

antique.putra@vivanews.com

0 komentar:

Posting Komentar