Menurut laporan Kementerian Perhubungan, penumpang penerbangan domestik naik 17 persen menjadi 43,556 juta orang. Sedangkan penumpang penerbangan internasional naik 20 persen menjadi 4,958 juta orang. Angkutan kargo juga meningkat 15 persen.
"Peningkatan penumpang masih jauh lebih baik dibandingkan pertumbuhan ekonomi," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bakti S. Gumay di Jakarta, Rabu (10/2).
Maskapai Lion Air masih menduduki peringkat pertama untuk penerbangan domestik. Maskapai itu mengangkut 13,377 juta penumpang atau menguasai 30,71 persen pangsa pasar. Pada 2008, Lion mengangkut 9,213 juta penumpang atau 24 persen pasar. Kenaikan itu disebabkan penambahan armada pesawat.
Garuda Indonesia berada di urutan kedua dengan 8,398 juta penumpang dari sebelumnya 7,665 juta orang. Disusul Batavia Air dengan 6,107 juta penumpang atau 14,02 persen pangsa pasar. Sriwijaya Air mengangkut 5,464 juta penumpang, Mandala Airlines 3,552 juta, Merpati Nusantara Airline 1,950 juta, dan Indonesia AirAsia 1,454 juta penumpang.
Sedangkan untuk penerbangan internasional, Garuda masih menguasai pasar terbesar yakni 44,74 persen. Meskipun angka itu turun dibandingkan 2008 yakni 57,49 persen. Tahun lalu maskapai tersebut mengangkut 2,218 juta penumpang, turun dibandingkan sebelumnya 2,358 juta orang.
Indonesia AirAsia mencatat lonjakan penumpang internasional lebih dari dua kali lipat dari 927.610 menjadi 1,987 juta penumpang. Lion Air hanya menguasai 7,74 persen pangsa pasar dengan mengangkut 383.584 penumpang pada tahun lalu.
Direktur Angkutan Udara Tri S. Sunoko menambahkan kenaikan jumlah penumpang tidak mencerminkan penambahan pendapatan maskapai. Sebab, bisa saja jumlah penumpang tinggi tapi yield (imbal hasil) kecil. Dia memperkirakan tahun ini jumlah penumpang naik hingga 15 persen.
Herry melanjutkan prospek industri penerbangan nasional masih bagus dibandingkan negara-negara lain. "Di negara-negara lain masih drop sementara kita meningkat," ujarnya.
DESY PAKPAHAN
0 komentar:
Posting Komentar